Kurasa cukup keras ku berpikir mengapa aku berhenti. Kita bagaikan sepasang sepatu sandal yang cantik namun tidak sejalan. Ku coba runtuhkan dinding pemisah diantara kita, dan ku sulam benang tak terlihat untuk menyatukan kita. Entah hanya aku yang merasa bahwa kau berusaha merobeknya, atau memang kau yang merobeknnya. Kau tau aku selalu memperbaikinya.
Mungkin ini memang harus kita lakukan. Berjalan menjauh satu sama lain menuju arah yang hati kita tentukan. Menghampiri kesunyian untuk mencari dan mnemukan. Menemukan jawaban yang dapat menjadi kunci dari semua permasalahan.
Ku katakan ini bukanlah keretakan. Ini sebuah pilihan yang kau dan aku inginkan. Dan sampailah aku pada titik yang tak bisa kau gapai. Titik dimana semua orang mungkin memilikinya. Titik yang dapat membuat seseorang merenung. Ku ukir setiap saat ku bersamamu, bagai klise yang usang namun unik untuk dikenang. Dititik jenuh ku bertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar